Meneladani Ulul Azmi

•Agustus 21, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

PARA rasul adalah manusia biasa yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang dipilih Allah menyampaikan pesan-pesan-Nya. Pemilihan seorang rasul merupakan qadha Allah yang siapa pun tidak dapat mempengaruhinya. Di antara rasul-rasul Allah ada lima orang yang teristimewa dengan digelari ulul azmi, yang artinya orang yang memiliki kesabaran atau keteguhan hati yang tinggi. Adapun yang termasuk rasul ulul azmi adalah Nabi Nuh as., Ibrahim as., Musa as., Isa as. dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Alaihi Wassalam (SAWW).

Nabi Nuh adalah rasul pertama yang diutus Allah untuk meluruskan akidah dan akhlak umat yang telah menyimpang dari ajaran yang benar. Sebagaimana diketahui beliau mewarisi umat Nabi Idris yang sudah sangat tidak percaya kepada Allah. Bahkan mereka telah menuhankan lima berhala utama sebagai sembahan mereka. Berhala-berhala tersebut adalah Wad, Suwa, Ya’uq, Yaguts, dan Nasr. Nama kelima berhala tersebut dahulunya adalah ulama-ulama umat Nabi Idris yang awalnya dikramatkan lalu dimitoskan dan dituhankan. Kualifikasi Nabi Nuh sebagai ulul azmi Lanjutkan membaca ‘Meneladani Ulul Azmi’

Iklan

Pesan Rahbar dalam Seminar Majma Jahani Ahlulbayt ke-4

•Agustus 20, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

DALAM pertemuan dengan delegasi Seminar Internasional Majma Jahani Ahlulbayt Ke-4 di Teheran, Iran, Rahbar Republik Islam Iran Sayyid Ali Khamenei menegaskan bahwa “dunia dewasa ini memerlukan pesan ahlulbayt.”

Khazanah keilmuan yang dimiliki ahlulbayt harus dipelajari khususnya oleh kaum syiah sendiri dan muslimin lainnya. Salah satu warisan ahlulbayt yang agung adalah shohifah sajjadiyah, yang isinya ia mengandung nilai iman dan ifran yang agung dan jauh dari kesamaran.

Sayyid Ali Khamenei juga menegaskan bahwa dakwah dengan menjadikan ahlulbayt sebagai sentral bukan menyulut api perpecahan sebagaimana yang diyakini sebagian kalangan.

“Melalui warisan ilmu ahlulbayt kita dapat membuka cakrawala baru. Kita harus memperkenalkan Lanjutkan membaca ‘Pesan Rahbar dalam Seminar Majma Jahani Ahlulbayt ke-4’

KEMERDEKAAN: Antara Ada dan Tiada

•Agustus 16, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh WILSON LALENGKE

KabarIndonesia – Merdeka dan kemerdekaan. Dua kata ini secara berkala akan jadi agenda penghuni telinga kita di bulan Agustus setiap tahun. Sebab utamanya adalah karena ada rutinitas peringatan hari keramat yang amat bersejarah bagi bangsa Indonesia, yakni saat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia lebih enam puluh tahun silam, dan sejak itu Indonesia merasa lepas dari penguasaan bangsa lain. Indonesia kemudian berdiri sebagai sebuah negara baru terhitung sejak tanggal 17 Agustus 1945. Persoalan yang kemudian hampir selalu mengemuka disaat momentum itu tiba adalah ketika banyak orang dari bangsa ini mencoba melakukan kontemplasi atau perenungan atas apa itu merdeka dan kemerdekaan. Secara real-nya, pertanyaan ini senantiasa muncul adakah kita benar-benar merdeka? Benarkah kemerdekaan itu menjadi milik bangsa ini sejak masa proklamasi kemerdekaan itu dikumandangkan? Lanjutkan membaca ‘KEMERDEKAAN: Antara Ada dan Tiada’

Laskar Pelangi

•Agustus 15, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Judul Buku: Laskar Pelangi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal buku: 529 Halaman
Cetakan pertama: September 2005
Cetakan kedua: Desember 2005
Cetakan ketiga: Maret 2006
Harga: Rp.59.000

Dewasa ini kecenderungan budaya pop tengah mendominasi kehidupan masyarat kita, baik tua maupun muda, dewasa maupun anak-anak, di kota maupun di desa. Mungkin sebagai pelarian dari rasa pusing dan ruwetnya menjalani hidup, masyarakat lebih suka dininabobokan dengan cerita-cerita tentang kemewahan, keglamoran, dan keborjuisan segelintir kalangan di negeri kita. Lihat saja tayangan di televisi, semua penuh dengan acara sinetron ataupun infotainment yang mengekspos hanya dan hanya kemakmuran para aktris dan aktornya yang cantik dan ganteng. Dunia perbukuan pun demikian. Para pemerhati dunia buku di tanah air pasti sudah tidak asing dengan fenomena novel-novel bergenre pop seperti chicklit dan teenlit, yang tingkat kelarisannya mungkin hanya bisa disamai dengan pisang goreng.
Lanjutkan membaca ‘Laskar Pelangi’

Hidup Cukup

•Agustus 15, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

BANG Uki telah lebih dari 20 tahun berdagang nasi uduk di pinggir Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Uduk yang sungguh enak. Tiap pagi puluhan orang antre untuk makan di tempat atau dibawa pulang. Paling lama dua jam saja seluruh dagangan Bang Uki–ada empal, telur, semur daging, tempe goreng—ludes habis. Begitu setiap hari, 20 tahun lebih.

Pertengahan 1980-an, ekonomi Orde Baru tengah menanjak ke puncak ketinggiannya. Bang Uki, dengan ritme stabil batang pohon cabai yang terus berproduksi, belanja pukul satu dini hari, masak mulai pukul dua, berangkat pukul empat, dan seusai subuh telah menggelar barang dagangnya. Tepat jam tujuh pagi, semua tuntas. Pukul sepuluh, ia sudah nongkrong di teras rumah, lengkap dengan kretek, gelas kopi, dan perkutut. ”Tinggal nunggu lohor,” tukasnya pendek. Lanjutkan membaca ‘Hidup Cukup’

Awas Teror-Lain Mengancam

•Agustus 14, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

APA yang terbayang dibenak Anda ketika mendengar kata teror? Sudah bisa dipastikan yang terbayang adalah sesuatu yang menakutkan dan mengancam nyawa. Seperti peledakan bom, pembajakan pesawat, penyanderaan dan lainnya. Tapi pernahkah terbayang oleh Anda bahwa ada bentuk teror lain yang tidak kalah hebatnya dalam mengancam dan membahayakan nyawa kita. Setidaknya dengan maraknya pemberitaan di berbagai media massa, tentang kasus penemuan kandungan zat-zat kimiawi berbahaya dalam beberapa produk-produk yang sudah biasa menjadi konsumsi harian masyarakat, bisa menjadi salah satu bukti dari adanya teror tersebut.

Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama berselang, kasus demi kasus terus bermunculan. Belum lepas dari ingatan kita tentang adanya kandungan boraks dan campuran daging tikus atau celeng di dalam bakso, kita kembali dikejutkan dengan ditemukannya kandungan formalin yang terdapat di dalam tahu, ikan asin, buah-buahan impor dan berbagai macam makanan ringan. Lanjutkan membaca ‘Awas Teror-Lain Mengancam’

Adil Memang Sulit

•Agustus 13, 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

DALAM kehidupan ini kita sering bingung dalam membagi waktu dan prioritas dalam hidup. Kita mungkin selalu mati-matian dalam mencari uang. Kita akan selalu berusaha habis-habisan dalam bekerja. Bahkan sampai pada satu titik dimana kita telah melupakan dan mengorbankan apa yang jadi tujuan awal ketika kita melakukan itu semua.

Menurut hemat saya, apapun yang kemudian kita lakukan dalam hidup, keluarga merupakan hal yang menjadi sangat penting untuk kita perhatikan. Sering karena kesibukan dalam urusan bisnis kita – karena kemauan keras kita mencari uang – kita melupakan keluarga kita.

Ada sebuah cerita (true story) tentang sepasang suami istri yang keduanya bekerja. Mereka mempunyai karier yang sangat bagus di tempat kerjanya masing-masing. Sehingga harta dan kekayaan dengan cepat bisa mereka raih. Hidup mereka yang awalnya biasa-biasa saja berubah menjadi sangat mapan dan serba berkecukupan. Namun konsekwensi dari itu, mereka berdua menjadi super sibuk dan sedikit sekali punya waktu luang untuk keluarganya. Lanjutkan membaca ‘Adil Memang Sulit’