Adil Memang Sulit

DALAM kehidupan ini kita sering bingung dalam membagi waktu dan prioritas dalam hidup. Kita mungkin selalu mati-matian dalam mencari uang. Kita akan selalu berusaha habis-habisan dalam bekerja. Bahkan sampai pada satu titik dimana kita telah melupakan dan mengorbankan apa yang jadi tujuan awal ketika kita melakukan itu semua.

Menurut hemat saya, apapun yang kemudian kita lakukan dalam hidup, keluarga merupakan hal yang menjadi sangat penting untuk kita perhatikan. Sering karena kesibukan dalam urusan bisnis kita – karena kemauan keras kita mencari uang – kita melupakan keluarga kita.

Ada sebuah cerita (true story) tentang sepasang suami istri yang keduanya bekerja. Mereka mempunyai karier yang sangat bagus di tempat kerjanya masing-masing. Sehingga harta dan kekayaan dengan cepat bisa mereka raih. Hidup mereka yang awalnya biasa-biasa saja berubah menjadi sangat mapan dan serba berkecukupan. Namun konsekwensi dari itu, mereka berdua menjadi super sibuk dan sedikit sekali punya waktu luang untuk keluarganya.

Suatu ketika mereka tersentak kaget ketika harus menerima kenyataan kalau putri bungsunya yang baru duduk di kelas 2 SMU hamil di luar nikah. Dan apa yang kemudian menjadi jawaban putrinya ketika ditanyakan apa yang dia inginkan dari bapak ibunya selama ini? Ternyata jawabannya bukan ingin diberikan uang banyak, kendaraan pribadi atau barang-barang lainnya. Putrinya itu menjawab ”hanya ingin mamah atau papah bisa ada dirumah”…….. Ketika semuanya sudah terjadi, barulah mereka tersadarkan. Bahwa ternyata yang menjadi persoalan penting di dalam hidup ini bukan hanya sekedar materi, karir atau pangkat saja. Mereka baru sadar bahwa selama ini tidak banyak meluangkan waktu untuk memperhatikan anaknya, ketika sudah melihat kenyataan kalau anaknya sudah ”rusak”.

Dengan cerita ini tidak berarti saya berkata uang itu tidak penting. Atau menyarankan untuk berhenti bekerja. Uang itu tentu penting. Kerja keras itu penting. Bekerja habis-habisan itu penting. Tapi keluarga juga tidak kalah pentingnya. Bukankah kalau kita ditanya apa yang menjadi niat awal kita dalam bekerja? Sudah pasti jawabannya adalah untuk memberikan kebahagiaan pada keluarga kita.

Kita sepertinya perlu berdiam sejenak untuk merenungkan kembali prioritas-prioritas dalam hidup kita.

Perlu selalu di ingat bahwa segala sesuatu yang mempunyai hubungan dengan kita pasti mempunyai hak dari diri kita. Dan kalau hak itu tidak kita berikan akan mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan.

Perusahaan tempat kita bekerja punyak hak dari kita (mungkin haknya itu bisa kita penuhi dengan cara kerja keras untuk mencapai target perusahaan) , tubuh kita punya hak (untuk istirahat misalkan), keluarga kita (anak, istri/suami, bapak/ibu, adik/kakak, nenek/kakek dll) punya hak (untuk diberikan perhatian dan kasih sayang), tetangga kita punya hak (untuk bersosial dan tolong menolong) dan yang lainnya. Karena banyak yang harus kita beri haknya, pada akhirnya mau tidak mau kita harus bisa mengatur waktu dan perhatian kita sebaik mungkin. Berapa % waktu dan energi kita untuk mencari uang. Berapa % untuk keluarga, berapa % untuk kesehatan kita, berapa % untuk kehidupan sosial dll. Kata kuncinya adalah Adil…..Adil memang sulit, tapi harus……dengan adil akan ada keseimbangan. Dengan seimbang tidak ada pihak yang harus kita korbankan….. Kita masih bisa tetap bekerja tanpa harus kehilangan waktu untuk keluarga, sahabat, masyarakat dan yang lebih utama waktu untuk TUHAN. So DO IT NOW. Jangan Sampai Terlambat…..semoga bermanfaat.

Muhammad Asep Zaelani
asep.bdg@pnm.co.id

~ oleh lateral pada Agustus 13, 2007.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: