Prof. Ahmad Mansur Suryanegara: Khilafah Pernah Ada di Indonesia

Bagaimana kronologi sejarah masuknya Islam ke Indonesia?

Ada lima teori masuknya Islam ke Indonesia yakni Mekah, Hujarat ( India ), Persia , Kurdi dan Cina. Dalam keterangan sejarah yang diambil dari Dinasti Tang Islam masuk sekitar 674 M atau 32 tahun setelah rasul wafat. Meski demikian, bukan berarti tidak ada hubungan antara Indonesia dengan Arab pada sebalum masa itu.

Karena hubungan tersebut sudah terjalin sebelum Muhammad menjadi rasul. Saat rasul muda, beliau sudah mengenal Indonesia karena hubungan dagang Indonesia dengan Yaman. Teori itu memberi kejelasan, terjadinya kontak langsung dengan Arab.

Kedua, teori Gujarat ( India ). Saat itu, Belanda mengatakan Islam masuk abad ke-13 dari Gujarat ( India ) masuk ke Samudera Pasai. Teori ini keliru. Karena Gujarat menganut syiah sedangkan Samudera Pasai penganut mazhab Syafi’i. Teori ketiga, Islam masuk dari Persia. Ini terlihat dari cara mengeja huruf Arab sama dengan Persia yakni alif fathah a, dan lainnya. Keempat adalah Kurdi. Zuri Kurdi menyatakan Islam berasal dari Kurdi.

Karena banyak orang pintar berasal dari Kurdi seperti Bukhari dan Al Barjanji. Terakhir dari Cina. Teori ini sangat lemah, namun kemungkinan membawa Islam ke Indonesia sangat besar. Jika dibilang penyebar Islam wirausahawan, hubungan dagang antara Cina, Arab dan lainnya. Bahkan ketika Cina dipimpin Kubilai Khan, Islam dijadikan agama resmi. Sedangkan Cheng Ho merupakan duta Cina untuk mengembalikan nama besar Cina setelah dipermalukan oleh Mongol. Ada 36 negara yang dikunjungi Cheng Ho.

Kronologis kedatangan Islam ke Indonesia rumit. Hal ini disebabkan luasnya wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang luasnya setara dari Cina hingga ke London. Bahkan matahari terbit tiga kali di Indonesia (WIB, WIT, WITA). Dengan negara seluas ini sulit dipastikan dari mana mulanya. Negara seluas ini sulit dipastikan dari mana datangnya. sedangkan kita berhubungan dagang dengan Cina , India , dan Timur Tengah.

Kapan Islam diterima di sebagian besar wilayah Indonesia ?

Abad ke-7. Islam juga lah yang membudayakan bangsa ini. Mula-mula tidak punya bahasa dan tulisan. Yang membudayakan bahasa Melayu adalah Islam, tadinya tersentral di wilayah Riau, lalu tersebar di seluruh Indonesia dengan Arab-Malayu. tapi istilah ini tidak diterima orang Melayu sehingga disebut Arab Jawi.

Pada periode berapa puncak kejayaan Islam di Nusantara?

Puncak kejayaannya terjadi pada abad ke-15, dengan tersebarnya 40 kekuasaan politik kesultanan. Dulu Hindu dan Budha tidak sebanyak itu. Karena penyebaran agama Islam didanai wirausahawan. Dari hasil usaha itu terbentuk tiga pos yang berubah menjadi pusat islam yakni pasar, masjid, dan pesantren. Pasar itu menggunakan nama Islam seperti pasar Senen, Rabu, Jumat, tapi pasar Ahad berubah menjadi Minggu.

Menurut teori WV Wertheim, Islam cepat berkembang karena beberapa hal. Pertama, mengkastakan manusia. Kedua, penjajah barat yaitu kerajaan katolik portugis sama dengan katolik spanyol yang manghancurkan Meksiko. kibat keganasan masuk ke Indonesia , banyak raja Hindu melakukan konvergensi agama. Kekuasaan politik ini nantinya mempunyai wilayah namanya khilafah dan rajanya disebut khalifah.

Apa yang menyebabkan lemahnya kekuasaan kesultanan Islam di Nusantara?

Kekuasaan kesultanan melemah setelah munculnya Verenidge Oostindische Compaigne (VOC). Mereka mematahkan pasar. Islam kuat di pemasaran, sehingga dipatahkan dan dirbut dan dialihkan ke golongan vreemde Osterling yaitu kelompok bangsa timur ( Cina , India , Arab). Pribumi dipatahkan, mereka yang diberikan monopoli terutama Cina. VOC datang ke Indonesia ketika Eropa perang antara Katolik dan Protestan. Perangnya itu di Eropa dipindahkan ke Indonesia . Padahal di Indonesia tidak pernah ada perang agama.

Anda sepakat dengan kesimpulan beberapa kalangan yang menyebut bahwa kekhalifahan pernah ada di Indonesia ?

Saya sepakat, khilafah memang ada di Indonesia . Manusia itu dijadikan sebagai khalifah di muka bumi kalau dalam bahasa Jawa kan menjadi hamengku buwono. Lalu ada Senopati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Pranatagama Khalifatullah Rasulullah ing Tanah Jawa. Kalau kontekstual sekarang, Hamengku Buwono itu presiden, senopati ing alaga itu panglima tertinggi, sayyidin pranatagama itu adalah menteri agama sebagai pembantu presiden. Namun bedanya sekarang tidak disebut khalifah Rasulullah SAW. Dari sejarah masa lalu kalau diterjemahkan ke masa kini menjadi demikian.

Namun tidak pernah disebutkan dalam catatan apapun?

Tidak perlu disebutkan negara Islam, karena dalam UUD 1945 ayat 29 secara tidak langsung menyatakan agama. Seperti dalam Alquran tidak secara langsung menyebutkan hal yang dimaksud. Misalnya nama surat Al-Baqarah yang artinya sapi betina. Meskipun menggunakan judul binatang namun isinya tentang Islam. Begitupun surat Nuh, Ibrahim, Muhammad, yang merupakan nabi, tidak disebutkan nabi dalam tulisannya.

AHMAD MANSUR SURYANEGARA,
Pakar Sejarah Islam dari Univeritas Padjajaran (UNPAD) Bandung

http://www.republika.co.id

~ oleh lateral pada Agustus 10, 2007.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s